jump to navigation

Jadwal Imsakiyah Ramadhan July 5, 2013

Posted by primajbl in Uncategorized.
add a comment

untuk mendownlod klik link dibawah ini

jadwal-imsakiyah-1434h_YOGYAKARTA

Saudara Taufan Anggoro terpilih Ketua periode 1433-1435 H atau 2012-2014 M September 19, 2012

Posted by primajbl in Uncategorized.
add a comment

Selamat atas terpilihnya saudara Taufan Anggoro sebagai Ketua Prima Periode 1433-1435 H/ 2012-2-14 M mengantikan saudara Rian Candra

semoga menjadi Prima jomblangan lebih maju. Amin

Sebagai langkah awal pembentukan Kepengurusan yang Baru mas Taufan Anggoro mengundang kita untuk Hadir di Mushola Baitulsalam hari Jumat jam 19.30 WIB 21 September 2012, Acara Pembentukan Pengurus Baru dan LPJ Kepengurusan Prima periode sebelumnya yg di ketuai  Ketua Rian

PBSR Lain-lain September 7, 2010

Posted by primajbl in Uncategorized.
add a comment

PROPOSAL RAMA 1424 H

piket

Surat Permohonan Dana

proposal om dono pemer

Prop.Rmdhn 1425 H

Prop.Rmdhn 1425 H

und-rmdn

proposal om dono INOSAT

jaburan 1426

und.evaluasi ramadan

Jalan Sehat

Surat pinjam barang Prima

jdl.pemb.

Kegiatan Ramadhan 2009 September 7, 2010

Posted by primajbl in Uncategorized.
add a comment

PROPOSAL KEGIATAN RAMADHAN

data kelompok takjilan 2009

data kelompok takjilan 2009

data Ta’jilan+jaburan

pemberitahuan jdwl crmh

Sie Dakwah 1429 H

UNDNGAN PRIMA

persetujuan FKT

permohonan jaburan1

Proposa Ramadhan 2010 September 7, 2010

Posted by primajbl in Uncategorized.
add a comment

Proposal Lomba Pra romadhon n Milad Masjid

data kelompok jaburan 2010

data kelompok takjilan 2010

Proposal RAMADHAN 2010 September 7, 2010

Posted by primajbl in Uncategorized.
add a comment

Proposal RAMADHAN 2010

Voting March 5, 2010

Posted by primajbl in Uncategorized.
add a comment

g

Nikah January 12, 2010

Posted by primajbl in Uncategorized.
2 comments

Rukun Nikah

Rukun adalah bagian dari sesuatu, sedang sesuatu itu takkan ada tanpanya.Dengan demikian, rukun perkawinan adalah ijab dan kabul yang muncul dari keduanya berupa ungkapan kata (shighah). Karena dari shighah ini secara langsung akan menyebabkan timbulnya sisa rukun yang lain.

  • o Ijab: ucapan yang terlebih dahulu terucap dari mulut salah satu kedua belah pihak untuk menunjukkan keinginannya membangun ikatan.
  • o Qabul: apa yang kemudian terucap dari pihak lain yang menunjukkan kerelaan/ kesepakatan/ setuju atas apa yang tela siwajibkan oleh pihak pertama.

Dari shighah ijab dan qabul, kemudian timbul sisa rukun lainnya, yaitu:

  • o Adanya kedua mempelai (calon suami dan calon istri)
  • o Wali
  • o Saksi

Shighah akad bisa diwakilkan oleh dua orang yang telah disepakati oleh syariat, yaitu:

  • o Kedua belah pihak adalah asli: suami dan istri
  • o Kedua belah pihak adalah wali: wali suami dan wali istri
  • o Kedua belah pihak adalah wakil: wakil suami dan wakil istri
  • o Salah satu pihak asli dan pihak lain wali
  • o Salah satu pihak asli dan pihak lain wakil
  • o Salah satu pihak wali dan pihak lain wakil

Syarat-syarat Nikah

Akad pernikahan memiliki syarat-syarat syar’i, yaitu

terdiri dari 4 syarat:

  • o Syarat-syarat akad
  • o Syarat-syarat sah nikah
  • o Syarat-syarat pelaksana akad (penghulu)
  • o Syarat-syarat luzum (keharusan)

1. Syarat-syarat Akad

a). Syarat-syarat shighah: lafal bermakna ganda, majelis ijab qabul harus bersatu, kesepakatan kabul dengan ijab, menggunakan ucapan ringkas tanpa menggantukan ijab dengan lafal yang menunjukkan masa depan.

b). Syarat-syarat kedua orang yang berakad:

± keduanya berakal dan mumayyiz

± keduanya mendengar ijab dan kabul , serta memahami maksud dari ijab dan qabul adalah untuk membangun mahligai pernikahan, karena intinya kerelaan kedua belah pihak.

c). Syarat-syarat kedua mempelai:

  • o suami disyaratkan seorang muslim
  • o disyaratkan menikahi wanita yang telah dipastikan kewanitaannya, bukan waria.
  • istri disyaratkan bukan wanita yang haram untuk dinikahi, seperti; ibu, anak perempuan, saudara perempuan, bibi dari bapak dan dari ibunya.

2. Syarat-syarat Sah Nikah

a). Calon istri tidak diharamkan menikah dengan calon suami

b). Kesaksian atas pernikahan

³ keharusan adanya saksi

³ waktu kesaksian, yaitu kesaksian arus ada saat pembuatan akad

³ Hikmah adanya kesaksian

Pernikahan mengandung arti penting dalam islam, karena dapat memberi kemaslahatan dunia dan akhirat. Dengan demikian ia harus diumumkan dan tidak disembunyikan. Dan cara untuk mengumumkannya adalah dengan menyaksikannya.

³ Syarat-syarat saksi

¥ berakal, baligh, dan merdeka

¥ para saksi mendengar dan memahami ucapan kedua orang yang berakad

¥ jumlah saksi, yatu dua orang laki-laki atau satu orang laki-laki dan dua orang perempuan. Q. S. Al-Baqoroh : 282

¥ Islam

¥ adil

c). Lafal (Shighah) akad perkawinan bersifat kekal

Demi keabsahan akad nikah, shighah disyaratkan untuk selamanya (kekal) dan tidak bertempo (nikah mut’ah).

3. Syarat-syarat Pelaksana Akad (Penghulu)

Maksudnya ialah orang yang menjadi pemimpin dalam akad adalah orang yang berhak melakukannya.

a). Setiap suami istri berakal, baligh, dan merdeka

b). Setiap orang yang berakad harus memiliki sifat syar’I : asli, wakil, atau wali dari salah satu kedua mempelai.

4. Syarat-syarat Luzum (Keharusan)

a). Orang yang mengawinkan orang yang tidak memiliki kemampuan adalah orang yang dikenal dapat memilihkan pasangan yang baik, seperti keluarga atau kerabat dekat.

b). Sang suami harus setara dengan istri

c). Mas kawin harus sebesar mas kawin yang sepatutnya atau semampunya.

d). Tidak ada penipuan mengenai kemampuan sang suami.

e).Calon suami harus bebas dari sifat-sifat buruk yang menyebabkan diperbolehkannya tuntutan perpisahan (perceraian).

Pertanyaan-pertanyaan:

1. Bayu

S: Kenapa wali dalam perkawinan harus laki-laki dan bukan perempuan?

J: “ janganlah perempuan menikahkan perempuan-perempuan lain, dan jangan pula seorang perempuan menikahkan dirinya sendiri.”

(H.R. Ibnu Majah dan Daruquthni)

2. Zainal

S: a). Apa yang dimaksud ‘telah dipastikan / disahkan kewanitaannya’?

b). Apa yang dimaksud ‘mas kawin sepatutnya’?

J: a). Maksudnya ialah orang yang akan dijadikan istri adalah benar-benar seorang wanita, bukan waria. Cara mengetahui bahwa ia seorang wanita atau waria, yaitu dalam proses ta’aruf atau masa perkenalan, kita bisa melihat dari sikapnya, pergaulannya (dngan siapa ia bergaul), dari keluarganya, serta dari tetangga atau kerabat dekatnya.

b). Sepatutnya disini mas kawin/ mahar yang diberikan dengan kesepakatan dan keridhaan kedua belah pihak. Definisi ‘sepatutnya’ biasanya lebih condong ke permpuan, laki-laki menyesuaikan dengan keadaan perempuan.

Sedangkan ‘semampunya’ lebih condong ke laki-laki dalam menentukan mahar, tidak memberatkan pihak laki-laki karena sesuai kemampuan laki-laki.

3. Khadijah

S: Dalam ijab qabul tidak disbutkan yang menikah itu sesame manusia, bagaimana kalau salah satu pihaknya jin atau syaithan?

J: Kembali lagi ke tujuan menikah, kalau memang tidak tercapai maka tidak bisa. Menikah adalah ibadah dan kalau ibadah itu sbaiknya dicari yang di perintahkan, bukan dicari yang dilanggar. Karena sudah menjadi fitrah manusia untuk menyukai sesama manusia, bukan terhadap hal yang ghaib dan menentang syara’. Allah swt. telah mnciptakan manusia berpasang-pasangan, yaitu manusia dengan manusia yang brlainan jenisnya (laki-laki dan perempuan).

4. Ibu Sari

S: a). Kenapa rukunnya hanya ijab dan qabul?

b). Bagaimana kalau menikah tetapi wali (ayah kandung) tidak diketahui keberadaannya?

J: a). Kami meringkas menjadi ijab qabul saja, karena dalam ijab qabul itu sendiri rukun lainnya sudah pasti termasuk dalam ijab qabul itu. Rukun lengkapnya yaitu: shighat (Ijab dan Qabul), kedua mempelai (calon suami dan calon istri), wali, dan saksi.

b). Berusaha mencari ayah kandungnya dulu, karena yang diberi hak menikahkan anaknya terutama yang perawan adalah ayah kandung. Ayah mmiliki keistimewaan dari wali yang lain. Jika memang tidak ditemukan maka walinya adalah wali jauh, ika tidak ada wali jauh maka wali hakim.

5. Maulana

S: a). Bagaimana menikah dengan orang yang berbeda agama?

b). Bagaimana hukumnya menikah dibawah tangan (nikah sirri)?

J: a). Tidak halal perkawinan wanita muslimah dengan laki-laki musyrik dan sebaliknya dan uga ahli kitab. Lihat Q.S. Al-mumtahanah: 10 dan Q.S. Al-Baqarah: 22.

b). Menikah dibawah tangan sah hukumnya menurut agama, tetapi tidak tercatat di KUA. Hendaknya dalam pernikahan dipakai konsep halalan toyyiban. Menikah jenis ini memang baik dan sah menurut rukun dan syaratnya, tapi konsekuensi dari pernikahan ini agak lebih berisiko. Selain itu, tujuan adanya pencatatan di KUA agar kedua belah pihak bisa mempunyai hak yang sama di mata hokum dan tidak ada yang dirugikan. Selama tujuan dari pemerintah dalam mengadakan pencatatan sipil adalah baik, maka kita harus mematuhinya.

6. Indah

S: Lebih baik mana ijab qabul secara terpisah atau digabung antara kedua calon mempelai?

J: Baiknya secara terpisah agar tidak terjadi kontak fisik sebelum menjadi muhrim. Akan tetapi, dilihat kondisinya, jika dalam kesehariannya calon mempelai biasa dengan khalwat ataupun tidak memakai syari’at Islam dalam membina hubungan sebelum menikah, maka penggunaan hijab tidak akan ada manfaatnya.

7. Nur Mawadah

S: Bagaimana jika walimatu ‘ursy dipisah antara ikhwan dengan akhwat?

J: Tergantung kesepakatan antara kedua belah pihak. Jika keduanya sepakat untuk dipisah atau digabung, pastinya mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Selain itu, lihatlah kondisi adat (kebiasaan) dan budaya yang biasa dipakai, karena masing-masing daerah maupun negara mempunyai adat dan budaya yang berbeda dalam hal ini.

Ditulis dalam Fiqih. 27 Komentar »

LAPORAN KEGIATAN PRIMA PELATIHAN OUT BOUND DAN PELATIHAN WIRAUSAHA December 22, 2009

Posted by primajbl in Uncategorized.
add a comment

LAPORAN KEGIATAN PRIMA
PELATIHAN OUT BOUND DAN PELATIHAN WIRAUSAHA
TAHUN 2009

I. NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini dinamakan pelatihan out bound dan pelatihan wirausaha guna membentuk remaja islam kreatif dan professional.

II. TEMA KEGIATAN
Kegiatan ini bertemakan : Peningkatan Jiwa kepimpinan dan peningkatan jiwa tanggung jawab remaja islam dalam rangka meningkatkan kreatifitas.

III. DASAR PEMIKIRAN
Remaja islam di Jomblangan banguntapan saat ini dihadapkan pada tantangan untuk menghasilkan jiwa pemimpin yang tidak hanya mempunyai kemampuan keilmuan (hard skills) yang memadai, tetapi juga diharuskan mempunyai kemampuan kepribadian (soft skills) seperti :kemampuan berkomunikasi,kepercayaan diri, dan kemampuan bekerjasama,serta kepribadian yang ramah dan berintegritas. yang mumpuni.
Orientasi mutu remaja islam di Jomblangan yang selama ini hanya berorientasi pada pertemuan rutin dalam pengajian prima mulai bergeser dengan dimasukkannya unsur pengembangan soft skills. Penguasaan soft skills diperlukan agar berhasil dalam persaingan dunia kerja, lebih cepat beradaptasi dan sukses dalam karier. Keberhasilan karier seseorang didukung oleh

80% soft skills dan 20% hard skills. Sementara dalam kiwirausahaan kita saat ini masih menekankan pada hard skills 90% dan soft skills 10%.
Beberapa perkumpulan remaja islam masjid telah mengembangkan soft skills dengan berbagai pendekatan melalui program remaja islam yang unggul, lomba keislaman, pengembangan dan Pelatihan kewirausahaan. Namun ternyata banyak pendapat menyebutkan penguasaan kemampuan soft skills belum sepenuhnya dikuasai oleh remaja yang siap pakai atau industri kecil sehingga masih banyak remaja islam yang belum terserap di dunia kerja. Diperkirakan jumlah penganguran di desa jomblangan yang masih menganggur mencapai 50 orang.

Melihat kenyataan tersebut diatas,maka bidang ekonomi dan kesejahteraan umat prima ingin memberikan kontribusi dengan mengadakan kegiatan yang sifatnya untuk menumbuhkan kreatifitas, kepercayaan diri, kemampuan bekerjasama dan mempu berwirausaha melalui kegiatan pelatihan out bound dan pelatihan wirausaha. Dan program pelatihan ini akan dilakukan secara rutin setiap tahun pada kepengurusan prima yang akan datang.

IV. TUJUAN KEGIATAN
1. Menumbuhkan sikap Kepemimpinan dan keberanian dalam mengambil keputusan
2. Meningkatkan sportifitas yang dapat diterapkan dalam kegiatan kerja sehari-hari
3. Meningkatkan motivasi dalam kerjasama kelompok
4. Meningkatkan kemapuan berkomunikasi secara efaektif
5. Menumbuhkan komitmen pada norma yang disepakati
6. Menumbuhkan semangat berkompetisi dalam konteks untuk mencapai tujuan bersama
7. Membangun sikap antang menyerah dalam menyelesaikan permasalahan kerja
8. Melatih membuat perencanaan yang matang dan koordinasi tim yang rapi
9. Melatih kemampuan berwirausaha.

V. RENCANA KEGIATAN
A. Pelatihan Out Bound dengan materi sebagai berikut
1. Sukses Dengan Out Bound Oleh: TIM Out Bound Desa Wisata Penting Sari Sleman..
2. Mengenal berwira Oleh: Yoyok
3. Manajemen Organisasi Out Bound Oleh: TIM Out Bound Desa Wisata
B. Waktu dan Tempat Kegiatan
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Minggu/20 Desember 2009
Tempat : Desa Wisata Pentingsari Kaliadem Sleman
( Jadwal Terlampir)
C. Peserta dan Panitia
1. Peserta adalah semua remaja islam (PRIMA) Jomblangan
2. Panitia adalah Tim Kreatif Desa Wisata Pentingsari

D. Rencana Anggaran
(terlampir laporan penggunaan keuangan)

VI. PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Out Bound dengan materi sebagai berikut

Susunan Acara Kegiatan
Out Bound Dan Pelatihan Wirausaha PRIMA
Pentingsari Kaliadem Sleman Minggu, 20 Desember 2009
Waktu Kegiatan Petugas
20 Desembar
06.00- 06.30 1. Regretasi Peserta (Kumpul di M.As.Salam)
2. Panitian ceking Kelengkapan
3. Konsumsi Panitia
06.30- 07.45 Berangkat Ke Pentingsari ”doa berpergian” Panitia
07-45-08.00 Acara
1. Pembukaan
2. Sambuatan dari FKT oleh Bp Endang S
3. Sambutan dari Pembimbing Prima oleh Sumaryanto
4. Penutup Panitia
08.00-08-15 Pengarahan Tata Cara Outbound dan pembagian Kelompok TIM
08.15-13.00 Permainan Outbound
(1.2,3,4,5) TIM
13.00-14.00 ISHOMA (Istirahat Sholat Makan) Peserta Panitia
14.00-17.00 Pelatihan Wirausaha
1. Kiat berwirausaha
2. Tata cara pembuatan jamur
3. Budidaya jamur
4. Pengolahan Jamur, bisa dibuat untuk apa?
5. Masak jamur
17.00-17.15 Ceking kelangkapan seking peserta semua
17.15-18.00 Pulang semua
18.00-18.00 Ceking dan mengembalikan kelengkapan Semua

VII. EVALUASI KEGIATAN

A. Hasil Evaluasi
1. Hasil Evaluasi Peserta Terhadap Kemanfaatan Materi Pelatihan
Untuk mengetahui keberhasilan dalam pelaksanaan pelatihan soft skill ini diadakan evaluasi. Indikator keberhasilan dalam pelaksanaan program ini adalah: Kehadiran peserta sejumlah 34 dari 38 peserta dari seluruh Remaja Islam Jomblangan, sedangkan mahasiswa yang tidak mengikuti kegiatan sejumlah 4 orang indikator lainnya adalah remaja islam dapat memperoleh pengetahuan dan ketrampilan berkomunikasi, mengeluarkan ide, cara berfikir kreatif dan analitik, kerjasama, kepemimpinan dan terlatih untuk menyelesaikan masalah.
2. Hasil Evaluasi Peserta Terhadap Kebutuhan Materi Pelatihan
Berdasar hasil evaluasi yang dilakukan terhadap peserta mengenai kemanfaatan materi pelatihan apabila ditinjau dari aspek pelaksanaan kegiatan bagi individu menganggap pelaksanaan pelatihan baik aspek pelaksanaan kegiatan ini menimbulkan sikap positif terhadap berfikir kreatif, Aspek pelaksanaan kegiatan ini bermanfaat bagi penigkatan pelatihan ini membentuk sikap prilaku yang baik, pelatihan out bound dan pelatihan wirausaha dapat digunakan untuk pergaulan yang lebih luas sangat bermanfaat karena mereka merasa mendapat tambahan wawasan dan pengetahuan, serta ketrampilan

B. Faktor Pendukung dan Penghambat Kegiatan Pelatihan
Dalam suatu kegiatan dapat dipastikan terdapat berbagai hal yang mendukung sehingga kegiatan berjalan sesuai yang diharapkan maupun yang menghambat sehingga kegiatan mendapat kendala. Demikian pula dalam kegiatan pelatihan out bound dan pelatihan wirausaha. ini juga ditemukan faktor yang mendukung maupun menghambat.
1. Faktor Pendukung
a. Faktor pendukung kegiatan pelatihan pelatihan out bound dan pelatihan wirausaha ini antara lain berasal dari internal team panitia pelaksana, yaitu kemampuan, kemauan, dan semangat team yang tinggi yang merupakan modal utama pendukung kelancaran kegiatan. Kekompakan, tanggung jawab dan semangat tinggi team membuat kegiatan Pelatihan ini dapat terlaksana dan selesai tepat waktu.
b. Dukungan FKT melalui pelatihan out bound dan pelatihan wirausaha yang bersedia mendukung kegiatan pelatihan menjadi salah satu penentu berlangsungnya kegiatan ini.
c. Dukungan dari warga jomblangan dan remaja yang membantu jalannya pelatihan memudahkan koordinasi dan tersedianya tempat pelatihan
d. Semangat dan kemauan remaja peserta pelatihan juga turut menentukan keberhasilan kegiatan ini.
e. Waktu kegiatan pelatihan yang dilaksanakan tidak mengganggu tugas anggota team, dan bagi peserta juga tidak ada kendala.
2. Faktor Penghambat
a. Komunikasi antara pengurus dan peserta
b. Pengadaan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan.
c. Dana yang turunya tidak sesuai dengan jadwal kegiatan

VIII. REKOMENDASI
Dengan melihat manfaat dan peranan dari pelatihan out bound dan pelatihan wirausaha remaja mempunyai manfaat yang tinggi dalam pembentukan karakter perilaku remaja yang mampu berkomunikasi, mampu mencari ide-ide baru, berfikir kreatif, mampu bekerjasama dalam TIM dan mampu untuk menyelesaikan masalah (problem solving) maka program seperti ini untuk dilanjutkan ditahun-tahun mendatang.

IX. PENUTUP
Demikian Laporan kegiatan ini dibuat,sebagai bahan pertimbangan dan sebagai kerangka acuan bagi semua pihak yang berkompeten dalam kegiatan ini.Hal-hal yang belum tercantum dalam Laporan ini akan ditentukan kemudian.Dengan senangtiasa mengharap ridho dari Alloh SWT. Amien

SUSUNAN PANITIA PELAKSANA KEGIATAN
Pelindung : FKT (Forum Komunikasi Takmir Jomblangan)
Penasehat : 1. Endang Sudiaman (Ketua FKT)
2. Sumaryanto(Pembimbing Prima)
3. Tarto (Mantan Ketua Prima 2005-2006)
4. Anshor Nugroho ( Mantan Ketua Prima 2007-2008

Ketua Pelaksanaan : Bobo
Sekertaris : Tedi Gunawan
Bendahara : Denik
Sie Acara : 1. Viki

Sie Perlengkapan : 1. Bowo
2. Hendra

Sie Dokumentasi : Riyan
Sie Transportasi : Agil
Sie P3K : Wulan
Sie Konsumsi : 1. Resti

Agenda Acara our bound Prima December 16, 2009

Posted by primajbl in Uncategorized.
add a comment

Rencana Acara Kegiatan

Out Bound Dan Pelatihan Wirausaha

Pentingsari Kaliadem Sleman Minggu, 20 Desember 2009

Waktu Kegiatan Petugas
20 Desembar
06.00- 06.30 Regretasi Peserta (Kumpul di M.As.Salam Panitia dan TIM
06.30- 07.30 Berangkat ke Tujuan
07.30- 08.00 1. Pembukaan Acara

2. Sambutan FKT dan Do’a (Bp Endang Sudiaman)

3. Pengarahan Tata cara Out Boud

08.00- 13.00 Permainan Out Bound
13.00- 14.00 Ishoma
14.00- 17.00 Pelatihan Wirausaha Budidaya Jamur dan Pengolahannya TIM
17.00-18.00 Sayonara Tim
18.00-18.30 Panitia Ceking Kelengkapan

Kelangkapan Umum:

  1. Tikar
  2. Megaphone
  3. 2 Jumbo Air Minum

Kelengkapan Pribadi

  1. Kaos dan celana ganti
  2. Obat  Pribadi
  3. Pakaian Sholat
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.